HARMONI
SUDUT KOTA
Oleh
Joseph Goenaedhy,S.Pd
Jika
kehidupan adalah lukisan
Gurat
batu hati penentu arah
Resapi
sudah masa lalu
Sejuknya
embun bangun kepribadian kita
Tuk
hormat dan senantiasa jaga usia kita
Segala
puja senandungkan mesra
Hadapi
rancangan agung Yang Kuasa
Berlari
dan terus berlari
Itulah
dinamika penjuru kota
Entah
kapan kita terakhir berhenti
Mengejar selarik pelangi yang hampiri
“Selamat
pagi pak guru”
Berpaling
senyum dengan logika
Bertaruh
harap sesak tak merisau
Bergelut
dengan segudang ilmu menggebu
Bertempur
dengan sejuta keluh peluh
Bersahabat
dengan tawa mentari
Mencari,
meraih secuil mimpi
Doa
tak pernah padam dari telinga
Maaf
, jalani dengan kenyataan
Gelagat
angan mengembara
Mengumpulkan
seperih ceria
Sampah
sampah dunia jadi saksi
Karna
kau aku hidup
Takdir
pertemukan tuk bersama
Mungkin
aku berdosa
Tapi
ku cukup berbakti
Penuhi
keinginan hati
Dan
senyum mereka
Menggapai
sepenggal asa
Mengais
sedikit isi bumi
Dari
sebukit limbah melimpah
Terbanglah
bersama,wahai garuda muda
Ku
kotor bukan tak ingin bersih
Ku
diam bukan berarti tak teriak
Ku
lemah bukan berarti tak mampu
Goreskan
indah warna pelangi
bukan
terbuang
Raih
inspirasi lama yang menghilang
Redam
hati meretak
Berjuang
belajar dari sejarah
Meraih
sesuatu yang turun dari langit
Teman
atau lawan?
Musuh
atau sahabat?
Semua
hanya sandiwara budaya
Jalani
sepenuh hati
Tak
soal nada apa yang kau pilih
Tak
penting bait mana yang kau seru
Ini
puisi bukan politik
Cita
cita kan tetap ada dengan doa mereka
Tergantung
tinggi di medali garuda muda
melayang
tinggi menjulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar