Kamis, 03 Mei 2012

PUISI ANYAR


HARMONI SUDUT KOTA
Oleh Joseph Goenaedhy,S.Pd

Jika kehidupan adalah lukisan
Gurat batu hati penentu arah
Resapi sudah masa lalu
Sejuknya embun bangun kepribadian kita
Tuk hormat dan senantiasa jaga usia kita
Segala puja senandungkan mesra
Hadapi rancangan agung Yang Kuasa
Berlari dan terus berlari
Itulah dinamika penjuru kota
Entah kapan kita terakhir berhenti
Mengejar  selarik pelangi yang hampiri
“Selamat pagi pak guru”
Berpaling senyum dengan logika
Bertaruh harap sesak tak merisau
Bergelut dengan segudang ilmu menggebu
Bertempur dengan sejuta keluh peluh
Bersahabat dengan tawa mentari
Mencari, meraih secuil mimpi
Doa tak pernah padam dari telinga
Maaf , jalani dengan kenyataan
Gelagat angan mengembara
Mengumpulkan seperih ceria
Sampah sampah dunia jadi saksi
Karna kau aku hidup
Takdir pertemukan tuk bersama
Mungkin aku berdosa
Tapi ku cukup berbakti
Penuhi keinginan hati
Dan senyum mereka
Menggapai sepenggal asa
Mengais sedikit isi bumi
Dari sebukit  limbah melimpah
Terbanglah bersama,wahai garuda muda
Ku kotor bukan tak ingin bersih
Ku diam bukan berarti tak teriak
Ku lemah bukan berarti tak mampu
Goreskan indah warna pelangi
bukan terbuang
Raih inspirasi lama yang menghilang
Redam hati meretak
Berjuang belajar dari sejarah
Meraih sesuatu yang turun dari langit
Teman atau lawan?
Musuh atau sahabat?
Semua hanya sandiwara budaya
Jalani sepenuh hati
Tak soal nada apa yang kau pilih
Tak penting bait mana yang kau seru
Ini puisi bukan politik
Cita cita kan tetap ada dengan doa mereka
Tergantung tinggi di medali garuda muda
melayang tinggi menjulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar